----------------------SELAMAT DATANG DI RACHMAD WORLD BLOG, TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA--------WELCOME TO RACHMAD WORLD BLOG, THANKS FOR VISIT-----------------

Sabtu, 10 September 2011

Profil – Biografi Kurnia Mega Hermansyah






Kurnia Meiga Hermansyah (lahir di Jakarta, 7 Mei 1990; umur 21 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini dia bermain untuk Arema Indonesia di Liga Super Indonesia, Arema adalah klub profesional pertama yang ia perkuat setelah lulus dari SLTA. Arema tertarik mengontraknya karena Kurnia adalah punggawa Timnas PSSI U-19. Kurnia adalah adik kandung dari Achmad Kurniawan penjaga gawang dari Semen Padang. Kurnia berposisi sebagai penjaga gawang. Pada Kompetisi 2008/2009 ia mendapatkan sanksi 12 bulan dan denda 30 juta dari Komdis PSSI, namun dipotong menjadi 5 bulan dan denda 30 juta oleh Komding. karena terkait kerusuhan saat melawan Bontang PKT.[1] Di Kompetisi ISL II 2009/2010, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik menyisihkan nama-nama seperti Aldo Bareto, Christian Gonzalez, dan Ricardo Salampessy.[2]

Informasi pribadi

Nama lengkap Kurnia Meiga Hermansyah
Tanggal lahir 7 Mei 1990 (umur 21)
Tempat lahir Jakarta, Indonesia
Tinggi 1.84 m (6 ft 0 in)
Posisi bermain Penjaga gawang

Informasi klub

Klub saat ini Arema Indonesia
Nomor 1

Perjalanan karier

Klub
* PS Urakan
* Diklat Ragunan
* Persijap U-18
* Persijap U-23
* Arema Indonesia

Tim nasional
* Indonesia U-19 (2008)
* Indonesia U-21 (2008)
* Indonesia U-23 (2009)

Gelar
* Juara Liga Super Indonesia 2009/2010 bersama Arema Indonesia
* Pemain Terbaik Liga Super Indonesia 2009/2010
* Runner up Piala Indonesia 2010


Demikian profil dan biodata lengkap Kurnia Miega yang merupakan pemain Arema Malang dan Kiper Utama Timnas Indonesia U-23 dan TIMNAS PPD

Profil – Biografi Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas lahir di Semarang, Jawa Tengah, 31 tahun silam. Ia adalah putra dari pasangan H. Misranto dan Hj. Suriptinah. Bambang adalah anak kelima dari 6 bersaudara. Pada awal mulanya, Bambang tidak pernah terpikir menjadi seorang pemain bola. Ia gemar membaca dan memasak, dan bercita-cita menjadi seorang guru atau koki.
Namun bakat Bambang terasah sejak ia mengikuti SSB (Sekolah Sepak Bola) Ungaran Serasi pada tahun 1988. Bakat alaminya membuat klub Persikas Semarang tertarik merekrutnya pada tahun 1992.
Saat masih bermain dalam tim remaja Jawa Tengah, ia pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Haornas, sebuah kejuaraan tingkat remaja. Bambang juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak untuk skuad Indonesia di Piala Asia U-19 Grup V, dengan 7 gol.
Sejak saat itu, minat Bambang pada sepakbola meningkat pesat. ia bahkan rela meninggalkan bangku kuliahnya pada semester kedua untuk serius berkarir di sepakbola.
Bambang baru benar-benar angkat nama ketika membela Persija Jakarta pada tahun 1999.  Meskipun pada musim pertamanya membela Persija diri pemain yang akrab disapa BePe ini hanya berhasil menjaringkan 2 gol, namun kemampuannya tercium oleh seorang pencari bakat dari klub sepakbola Belanda, EHC Norad. Bambang pun dipinjamkan oleh Persija ke klub yang bermain di divisi 3 liga Belanda ini.
Namun Bepe hanya bertahan beberapa bulan disana, karena masalah keluarga dan kegagalan dirinya menyesuaikan diri dengan iklim Eropa yang dingin. Pada awal musim 2001, ia kembali ke Persija.
Penampilan gemilangnya bersama Persija membuat Bepe dipanggil untuk membela tim nasional senior Indonesia. Bambang berhasil mencetak gol pada pertandingan perdananya bersama timnas senior, yakni melawan Lithuania dengan hasil akhir imbang 2-2.
Pada tahun 2002, Bepe berhasil menorehkan namanya menjadi salah satu pemain terbaik tim nasional Indonesia. Ia berhasil menghantar Indonesia menjuarai Piala Tiger sekaligus menjadi top skorer turnamen tersebut dengan torehan 8 gol. Dirinya pun digadang sebagai striker masa depan Indonesia kala itu, menggantikan idolanya, Kurniawan Dwi Yulianto.
Selama 3 tahun Bambang Pamungkas menjadi sosok tak tergantikan di lini depan tim Merah Putih. Namun pada tahun 2004, sejumlah cedera yang dialaminya membuat Bambang tak bisa tampil prima di skuad inti timnas. Akhirnya namanya pun tersisih dari skuad inti Piala Tiger 2004. Bambang pun ‘hijrah’ ke Malaysia untuk bermain dnegan salah satu klub elit negeri Jiran, Selangor FC.
Bambang bersinar terang di tanah Malaysia. Dalam musim pertamanya di Selangor FC, ia menjadi pencetak gol terbanyak klubnya dengan torehan 22 gol di seluruh kompetisi.
Pada awal musim 2007,Bepe kembali ke Indonesia dan bermain di klub yang membesarkan namanya, Persija. Bepe pun kembali mengisi lini depan tim nasional Indonesia. Pada tanggal 10 Juli 2007, ia mengakhiri paceklik golnya di kancah timnas dengan mencetak gol kemenangan Indonesia atas Bahrain.
Pada tahun 2010, Bepe terpilih sebagai kapten Persija dan timnas senior di sejumlah pertandingan. Dirinya pun kembali dipanggil untuk memperkuat timnas di ajang piala AFF 2010. Meskipun banyak yang mengkritik bahwa karirnya di timnas sudah ‘habis’. Namun pemain bertinggi badan 168 cm ini ingin membuktikan dirinya masih bisa bersaing dengan para striker timnas Indonesia, termasuk di antaranya striker naturalisasi Christian Gonzales.
Bambang Pamungkas dikenal sebagai striker dengan sundulan kepala dan tendangan jauh akurat. Ketika Indonesia kalah melawan Uruguay 7-1, ia yang mengirimkan umpan lambung matang kepada Boas Salossa untuk menceploskan satu-satunya gol timnas ke gawang tim negara Amerika Latin tersebut.
Bambang Pamungkas telah menikah dan dikarunia 3 orang anak. Dirinya berencana untuk menjadi seorang penulis setelah gantung sepatu nanti, namun saat ini dirinya siap mempersembahkan yang terbaik untuk membawa Indonesia menjuarai Piala AFF 2010.
Maju terus, BePe!!
Profil singkat Bambang Pamungkas:
Nama    :   Bambang Pamungkas
Nama Panggilan    :    Bambang, Bepe
Tempat / Tanggal Lahir    :    Getas, Kabupaten Semarang / 10 Juni 1980
Agama    :    Islam
Orang Tua    :     H. Misranto (Ayah), Hj. Suriptinah (Ibu)
Kakak    :
  • Agus Handoko Misranto
  • Agus Budhi Suseno
  • Tri Agus Prasetijo
  • Eni Kusumawati
  • Nanik Setyowati
Adik    :  Dyah Ernawati
Istri    :  Tribuana Tungga Dewi
Anak    :
  • Salsa Alicia
  • Jane Abel
  • Syaura Abana
Cita-cita    :    Guru dan Chef
Pendidikan    :
  • Taman Kanak-kanak Bangun 1 Getas Kab. Semarang (1984-1986)
  • SD Negeri Kauman Lor 3 Getas Kab. Semarang (1986-1992)
  • SMP Negeri 1 Salatiga, *Kelas 1C   *Kelas 2C  *Kelas 3A (1992-1995)
  • SMU Negeri 1 Salatiga, *Kelas 1C   *Kelas 2C *Kelas 3 IPS 2 (1996-1999)
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Rawamangun  hanya 2 semester
Hobi    :    Membaca buku dan Memasak
Perjalanan karir:
Klub:

  • Persija (1999-2000)
  • EHC Norad (2000-2001)
  • Persija (2001-2004)
  • Selangor FC (2005-2007)
  • Persija (2007-sekarang)
Tim Nasional Indonesia: 1999-sekarang

Profil – Biografi Yongki Ariwibowo


Yongki-Ariwibowo-Persik
Sebagai salah satu warga kabupaten Tulungagung, saya ikut berbangga hati ketika salah satu anak muda Tulungagung terpilih sebagai salah satu anggota sepakbola Timnas U-23 yang ikut membela dan mengharumkan nama Indonesia di kancah sepakbola internasional. Anak muda Tulungagung tersebut adalah Yongki Ariwibowo, anak muda asli Tulungagung yang tinggal di kelurahan Botoran kecamatan Kota kabupaten Tulungagung. Sedemikian penasarannya, saya pun berusaha mengumpulkan berbagai info tentang profil & biografi Yongki Ariwibowo. Berikut ini profil Yongki Ariwibowo.
Photo-Yongki-AriwibowoNama Lengkap : Yongki Ariwibowo
Nama Panggilan : Yongki, Bowo
Tempat, Tgl Lahir : Tulungagung, 23 November 1989
Tinggi : 175 cm
Berat : 63 kg
Nama Bapak : H. Goenarto
Nama Ibu :Hj. Nur Fadhilah
Saudara : 5 Sebagai Anak Ke 3
SSB : Sinar Jaya Tulungagung
Klub : Perseta, Persik Kediri
Posisi : Striker (Forward)
No Punggung Di Klub : 7
Timnas : U-23
No Punggung Di Timnas : 20
Akrab di sapa Yongki atau Bowo, pemuda kelahiran 22 tahun yang lalu tepatnya tanggal 23 November 1989 ini mengasah kemampuan menggocek bolanya di SSB Sinar Jaya Tulungagung. Selanjutnya karier sepakbolanya berlanjut ke Perseta Junior Tulungagung. Di Perseta Junior, talenta Yongki bukannya semakin moncer, tapi justru dia malah sering dibangkucadangkan oleh pelatih Perseta Junior. Tak betah di “kandang” sendiri, dia melabuhkan kakinya untuk merumput di klub sepakbola tetangga, PSBI Blitar yang notabene sebagai klub yang kastanya setingkat lebih tinggi dari Perseta. Posisi Yongki sebagai striker yang pandai menempatkan posisi di depan gawang lawan dan memiliki kecepatan lari di atas rata-rata membuat pengurus Persik Kediri tertarik dan merekrutnya sebagi pemain Persik Junior.
Walaupun sudah direkrut sebagai pemain “Macan Putih” Junior yang kastanya setingkat lebih tinggi dari PSBI Blitar, lagi – lagi nasib Bowo kurang begitu mujur. Dia lebih sering menjadi pemain cadangan dan kalah pamor dari striker muda lainnya seperti Aan Andik. Sementara tim senior Persik kala itu penuh dengan bintang-bintang papan atas liga Indonesia seperti El Loco Gonzales, Budi Sudarsono, Ronald Fagundez dll, sehingga nama pemain kelahiran Tulungagung 23 November 1989 sangat amat tidak diperhitungkan.
Biografi-Yongki-Ariwibowo
Gonjang ganjing Persik Senior yang berujung hijarahnya bintang-bintang ke berbagai klub tak membuat dewi fortuna memeluknya. Indrianto Nugroho nampaknya lebih menjadi pilihan pelatih Aji Santoso untuk mendampingi Saktiawan Sinaga, striker lokal yang dulu sering jadi langganan Timnas. Seiring loyonya penampilan si gaek Indriyanto dan adanya sedikit kecermemelangan penampilan Yongki di piala Copa membuat Aji Santoso mencoba-coba menampilkanya di liga bersama team senior. Disinilah kecermelangan dan ketajaman Yongki mulai terasah. Tandemnya dengan Sakti lebih menjanjikan untuk Persik. Tak ayal duetnya dengan striker asal Medan ini lebih menjadi pilihan untuk menghasilkan pundi-pundi goal untuk Persik.
Adu gengsi derby Jawa Timur antara Persik dan Persela Lamongan tentu akan selau di ingat anak ke 3 dari 5 bersaudara ini. Sebuah umpan heading yang terukur dari tandemnya Saktiawan, diselesaikanya dengan tendangan salto yang fantastis. Yes, semua orang mulai berpaling padanya. Penampilan terbaiknya selalu ditunggu-tunggu suporter Macan Putih Kediri. Stadion Brawijaya selalu menunggu sontekan, umpan dan goal-goalnya. Walau sering out of position, kadang fisiknya kedodoran untuk bermain full 2×45 menit, duetnya dengan Sakti sangat di takuti barisan pertahanan lawan. Ketangkasannya membawa bola juga patut diperhitungkan. Dengan tinggi 175cm dan berat 63kg, dia juga mahir menyantap bola-bola atas. Saat itulah bintangnya mulai bersinar terang hingga akhirnya Timnas U23 memanggilnya untuk berlatih di Sawangan Bogor.
Profil-Yongki-Ariwibowo
Satu lagi, Yongki lihai pula memanfaatkan keteledoran lawan untuk lolos dari perangkap offside. Bisa jadi, untuk yang terakhir ini, dia banyak belajar dari bomber AC Milan, Filippo Inzaghi. Memang, kata Yongki,”Saya sangat mengidolakan Inzaghi”. Kostum merah putih bernomor 20 sekarang ia kenakan. Putra pasangan H Goenarto dan Hj. Nur Fadilah terus mematangkan dan menajamkan penampilanya dibawah asuhan pelatih asal Uruguay Albertho Bica untuk membela Indonesia di Sea Games Laos Desember 2009. Di bursa transfer dia sempat dikabarkan akan diboyong pelatih lamanya Aji Santoso yang hengkang ke Persisam Samarinda. Kecermelangan anak muda Tulungagung ini banyak diramalkan kelak akan mengantikan peran Budi Sudarsono di Timnas Senior.
Yongki-Ariwibowo-Timnas-U23
Yongki mengaku bangga menjadi bagian dari Persik musim ini (2009 – 2010). Dia juga bangga bisa bermain bersama pemain-pemain inti Macan Putih, katakanlah seperti Saktiawan, Mahyadi Panggabean, Legimin, Reswandi, dan Morales. Dari seniornya itu, Yongki mendapat pelajaran berharga buat masa depannya. Ya untuk kebanggaan masyarakat Tulungagung, doa dan harapan untuk The Young Gun Timnas U23 semoga lebih cermerlang dari seniornya Singgih Pitono. Dan Semoga dia pun lebih cemerlang dari pada idolanya Filipo Inzhagi.

PROFIL YONGKI ARIBOWO

Yongki Aribowo
Yongki Aribowo
Nama Lengkap: Yongki Aribowo
Nama Panggilan:Yongki
Tanggal Lahir:23 Nov 1989 (Usia 22)
Tempat Lahir:Tulungagung
Negara:Indonesia
Tinggi Badan:175 cm.
Berat Badan:63 Kg.
Peranan:Gelandang
Nomor Punggung: 7
Tim Nasional: Indonesia U23

Tips dan Cara Mencegah, Mengatasi & Mengobati Kuku Cantengan / Luka Bengkak pada Kuku Kaki dan Tangan

Jika anda memiliki masalah pada kuku jari kaki maupun tangan anda di mana terdapat luka pada sela-sela kuku dengan kulit jari kaki atau tangan anda jangan biarkan hal ini berkelanjutan. Biasanya luka tersebut akan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat sepanjang waktu dan bahkan sepanjang hidup anda jika tidak segera diobati.
Cantengan adalah disebabkan oleh pertumbuhan kuku baik pada jari jempol atau pun jari lainnya yang kurang baik sehingga menusuk kulit halus di samping kuku tersebut sehingga menimbulkan luka. Luka tersebut biasanya akan membengkak karena terinteksi oleh kotoran dan kuman-kuman di sekitarnya. Lambat laun luka tersebut akan terasa sangat sakit yang dapat merusak konsentrasi bahkan kepercayaan diri anda dapat terganggu.
Cara mengatasi dan mengobati cantengan adalah melenyapkan bagian kuku yang menancap baik pada jempol maupun jari lain di kaki dan tangan anda. Cara menghilangkan kuku yang menusuk kulit bisa anda lakukan sendiri maupun dengan bantuan orang lain seperti dokter atau kerabat anda. Pastikan alat yang anda gunakan steril dan aman digunakan seperti silet, duntung kuku, jarum, antiseptik, kapas, tisu, dan sebagainya sesuai kebutuhan anda. Setelah memotong bagian kuku yang menancap anda bisa obati luka yang ada seperti biasa.
Sebelum memulai anda harus siap secara mental dahulu karena akan terasa sangat sakit sekali yang mungkin bisa berhari-hari serta mengeluarkan sedikit darah dan nanah. Namun rasa sakit itu akan terbayar dengan jari anda menjadi normal kembali. Pikirkanlah dahulu teknik yang anda akan gunakan. Dalam proses tersebut mungkin akan memakan waktu lama, karena mungkin kuku yang menancap terdapat pada lokasi yang dalam dan anda harus berusaha ekstra keras dengan tambahan rasa sakit. Jadi biasakanlah dengan rasa sakit yang ada dengan sambil memikirkan masa depan yang cerah menanti anda.
Setelah kuku yang menusuk kulit berhasil anda angkat dan singkirkan, selanjutnya obati luka yang membengkak seta luka baru yang mungkin anda buat ketika membuka jalan. Beri obat luka luar yang aman dan bebas merkuri dan biarkan tetap terbuka hingga sembuh. Mungkin pada awalnya menimbulkan rasa sakit yang tidak jauh berbeda dari awal sebelum membuang bagian kuku yang menancap, namun dalam beberaa hari ketika bengkak mulai menghilang maka rasa sakit pun akan berkurang dan akhirnya akan menghilang.
Untuk pencegahan pastikan anda memotong kuku anda dengan baik dengan tidak meinggalkan pola potongan yang tajam dan berpotensi menimbulkan cantengan pada jari tangan maupun kaki yang baru. Bila sakit berlanjut saya sangat sarankan hubungi dokter. Jika tidak mampu datanglah ke puskesmas karena jauh lebih murah daripada dokter umum.

Belajar Nomor / Angka Romawi Kuno I V X L C D M

Pada zaman dahulu kala orang romawi kuno menggunakan penomoran tersendiri yang sangat berbeda dengan sistem penomeran pada jaman seperti sekarang. Angka romawi hanya terdiri dari 7 nomor dengan simbol huruf tertentu di mana setiap huruf melangbangkan / memiliki arti angka tertentu, yaitu :
I / i untuk angka satu / 1
V / v untuk angka lima / 5
X / x untuk angka sepuluh / 10
L / l untuk angka lima puluh / 50
C / c untuk angka seratus / 100
D / d untuk angka lima ratus / 500
M / m untuk angka seribu / 1000
Beberapa kekurangan atau kelemahan sistem angka romawi, yakni :
1. Tidak ada angka nol / 0
2. Terlalu panjang untuk menyebut bilangan tertentu
3. Terbatas untuk bilangan-bilangan kecil saja
Untuk menutupi kekurangan angka romawi pada keterbatasan angka kecil, maka dibuat pengali seribu dengan simbol garis strip di atas simbol hurup (kecuali I).
V / v dengan garis di atas untuk angka lima ribu / 5000
X / x dengan garis di atas untuk angka sepuluh ribu / 10000
L / l dengan garis di atas untuk angka lima puluh ribu / 50000
C / c dengan garis di atas untuk angka seratus ribu / 100000
D / d dengan garis di atas untuk angka lima ratus ribu / 500000
M / m dengan garis di atas untuk angka satu juta / 1000000
Metode / Teknik Penomoran Angka Romawi :
1. Simbol ditulis dari yang paling besar ke yang paling kecil
2. Semua simbol besar ke kecil dijumlah kecuali kecil ke besar berarti ada pengurangan.
Contoh penulisan angka romawi kuno :
1. 16 = XVI
2. 35 = XXXV
3. 45 = XLV
4. 79 = LXXIX
5. 99 = IC
6. 110 = CX
7. 999 = CMXCIX
8. 1666 = MDCLXVI
9. 2008 = MMVIII

TIMNAS PPD DIPERTAHANKAN

image
 Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein menampik kemungkinan timnas U-23 asuhan Rahmad Darmawan (RD) bakan menggantikan timnas senior untuk bertarung dalam laga sisa putaran ketiga Pra-Piala Dunia 2014.
"Timnas senior tetap akan bermain di Qatar pada 11 November, kemudian melawan Iran di sini pada 15 November," Djohar, di Jakarta, Kamis (8/9).
Namun dia tidak menutup kemungkinan RD akan kembali dipanggil memperkuat tim pelatih timnas senior. Syaratnya, tidak mengganggu program timnas U-23.
Selain itu, dia juga menolak keinginan pelatih timnas senior Wim Rijsbergen yang ingin merombak tim. Penggantian pemain baru dilakukan bila ada pemain yang cedera. "Kami tetap mempertahankan timnas senior untuk melanjutkan laga Pra-Piala Dunia sampai selesai. Saat ini, mereka adalah pemain terbaik dengan prestasi luar biasa. Mereka mampu lolos sampai babak ketiga dan mengangkat ranking Indonesia, dari 137 menjadi 131," tandasnya.
Lebih lanjut dikatakan, "Kami masih percaya mereka mampu memberi yang terbaik. Wim hanya akan mencari pengganti untuk pemain yang cedera, jadi saya berharap pelatih dan pemain jangan dibenturkan."
Usai dikalahkan Bahrain 0-2 di kandang sendiri, Selasa lalu, timnas yang selama ini cenderung tenang berubah menjadi bergejolak. Satu per satu para pemain mulai berbicara mengenai kondisi timnas yang sangat tidak kondusif.
Puncak masalah itu dipicu komentar Wim yang dinilai sangat menyakitkan karena melimpahkan semua kesalahan kepada pemain. Bahkan dia mengatakan tim yang sekarang bukanlah timnya karena tidak terlibat dalam proses pembentukannya.
Untuk sisa laga berikunya, Wim menyatakan akan merombak tim dengan memanggil pemain baru Djohar menilai pernyataan Wim semata merupakan bentuk kekecewaan.
Sibuk menenangkan situasi timnas senior, PSSI kini juga harus berurusan dengan kasus pemecatan secara sepihak kepada mantan pelatih timnas Alfred Riedl. Bahkan kasus ini telah dilaporkan Riedl kepada FIFA.
Setelah tiga kali kalah beruntun tanpa mampu mencetak gol termasuk pertandingan persahabatan melawan Yordania, banyak pihak kini mulai membandingkan permainan timnas yang dibesut Wim dengan era Riedl terdahulu.
Selain tiga kekalahan itu, tanpa RD sebagai asisten pelatih Wim hanya mampu membawa timnas memenangi pertandingan atas timnas negara yang sedang bergejolak, Palestina. Bahkan sebelumnya, melawan timnas U-23 yang dilatih RD, timnas senior hanya mampu bermain imbang 1-1. (J21,wgm)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management